15.2.10

HIDUP MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP MENGANDALKAN TUHAN
Yesaya 31:1-9

PENDAHULUAN
Hidup mengandalkan Tuhan merupakan topik yang sangat menarik dan bagus untuk kita pelajari secara serius. Kenapa? Tidak bisa dipungkiri, realitas yang sedang menjamur dimana-mana dewasa ini, manusia memiliki tendensi untuk beralih kepada hidup mengadalkan diri sendiri atau orang lain dan bukan lagi sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan. Yang lebih tragis lagi, kenyataan ini sudah masuk menyelusup ke dalam tubuh Kristus (orang Kristen) bak air yang deras yang sanggup menjebol tanggul yang kuat. Tetapi Tuhan menghendaki supaya kita tidak terjebak dan terperangkap ke dalam hidup yang mengandalkan manusia, tetapi sungguh-sungguh hidup mengandalkan Tuhan.

Apa arti hidup mengandalkan Tuhan? Hidup menaruh kepercayaan kepada Tuhan yang memiliki kesanggupan, kekuatan, dan kemampuan yang terjamin (dapat dipercaya). Ilustrasi : (1). Ambil kertas kosong. (2). Jangan bersandar di pohon yang busuk.

PEMBAHASAN
Keputusan untuk tidak lagi hidup mengandalkan Tuhan seringkali terjadi ketika orang Kristen diperhadapkan dengan masalah, kesulitan, pergumulan, dan tantangan hidup, padahal justru dalam kondisi seperti itulah sebenarnya orang percaya “HARUS” mengadalkan Tuhan.

Dalam bacaan kita kali ini, bangsa Israel diperhadapkan dengan kondisi yang sulit. Asyur sebagai negara tetangganya, sudah bersiap-siap menyerang bangsa Israel. Biasanya, Tuhan mengizinkan bangsa-bangsa lain menjajah bangsa Israel, oleh karena mereka hidup dalam keberdosaan. Dalam kondisi terjepit seperti ini, bangsa Israel panik dan akhirnya mereka mengambil keputusan untuk minta pertolongan kepada Mesir (mereka mengandalkan Mesir).

Orang Yang Mengandalkan Manusia ~ Celaka (terkutuk) ~ bdk. Yer. 17:5.

Dalam kondisi negeri Kanaan dilanda kelaparan, Abram pergi ke Mesir tanpa minta petunjuk Tuhan, akhirnya ia berbohong tentang istrinya Sara yang disebutnya adiknya.

Dalam kondisi terjepit, Saul bertanya kepada Tuhan, tetapi Tuhan tidak menjawab, akhirnya ia pergi meminta petunjuk kepada seorang peramal (1 Sam. 28:4-7)

Dalam kondisi negeri Kanaan dilanda kelaparan, Ishak pergi ke negeri orang Filistin atas kehendak Tuhan, di sana ia menabur dan diberkati Tuhan (Kej. 26:12-14)

Dalam kondisi terjepit, Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan Allahnya dan bertanya kepada Tuhan (1 Sam. 30:6-7)

Pertanyaan : Kenapa Kita Harus Mengandalkan Tuhan ?
1. Karena Manusia Terbatas (ay. 3; Zak. 4:6)
• Pengertian manusia terbatas (Ams. 3:5)
2. Tuhan Tidak Terbatas (ay. 4-5)
• Pertolongan datang dari Tuhan (Maz. 121:1-2)
3. Tuhan sanggup melakukan lebih dari yang kita doakan & pikirkan (ay. 8-9;
bdk. Ef. 3:20). Kesaksian Pribadi

KESIMPULAN

Yeremia 17:7-8
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...