15.2.10

KEMAHAKUASAAN ALLAH

KEMAHAKUASAAN ALLAH
Yeremia 18:1-10

Pendahuluan

Siapapun kita, jika ditanya, “Apakah Anda percaya akan kemahakuasaan Allah?” Maka dengan lantang dan suara bulat, kita akan menjawab, “Percaya” Bahkan dengan cepat, kita bisa mengutip ayat-ayat firman Tuhan yang berkaitan dengan bukti kemahakuasaan Allah, misalnya : “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Luk. 1:37). Bukan hanya itu, salah satu kata yang dipakai dalam bahasa asli Alkitab (Ibrani) memakai kata “bara” untuk mencipta, artinya “Allah sanggup menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada”. Ini hanya dapat dilakukan oleh Allah. Pada khotbah kali ini, kita akan membahas tentang arti, ruang lingkup, dan sikap yang benar terhadap kemahakuasaan Allah

I. Arti Kemahakuasaan Allah
a. Allah sanggup/dapat melakukan segala sesuatu yang tidak bertentangan dengan sifat-sifat-Nya. Contoh : 1. Allah tidak mungkin melakukan kejahatan, karena sifat-Nya Mahakudus, 2. Allah akan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya, karena sifat-Nya Mahaadil.
b. Allah lebih berkuasa dari semua kekuasaan dan kekuatan yang ada di dunia

II. Ruang Lingkup Kemahakuasan Allah
a. Bekuasa atas segala ciptaan (Ia memisahkan terang dari gelap, air dari cakrawala, lautan dari daratan, Ia mengukur lautan dengan lekuk tangan-Nya (Yes. 40:12), mengukur langit dengan jengkal (Yes. 40:12), bangsa-bangsa sangat kecil di hadapan-Nya (Yes. 40:15), pulau-pulau seperti debu bagi-Nya (Yes. 40:15)
b. Berkuasa atas manusia (Kuasa-Nya mengakui semua manusia, mulai dari yang paling rendah/lemah sampai kepada raja dunia (Dan. 4:30-32)
c. Berkuasa atas para malaikat (Mzm. 103:19-20)
d. Berkuasa atas setan/Iblis (Ayub 1:12; 2:6)
e. Berkuasa atas kematian (Ibr. 2:14-15)

III. Perumpamaan Tentang Tukang Periuk Sebagai Gambaran Yang Hidup Dari Kemahakuasaan Allah
1. Allah memerintahkan Yeremia untuk ‘segera” pergui ke rumah tukang periuk (ay. 2a). Allah merindukan respon yang cepat dan serius dari Yeremia, karena apa yang ingin dikatakan oleh Allah merupakan hal yang sangat penting dan berkaitan langsung dengan kehidupan suatu bangsa, yakni bangsa Israel. Allah membuat Yeremia sangat istimewa bagi-Nya, karena Ia ingin ‘curhat’ (mengungkapkan) isi hati dan pemikiran-Nya kepadanya.
2. Di sana aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu (ay. 2b). Ketaatan menjadi dasar Allah untuk mengungkapkan isi hati-Nya kepada Yeremia
3. Yeremia taat pergi ke rumah tukang periuk (ay. 3a)
4. Tukang periuk sedang bekerja membentuk bejana (ay. 3b)
5. Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu rusak, maka ia mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya (ay.4) Kenapa bisa rusak? Mungkin karena kesembronoan, kekakuan, atau kekuranghati-hatian dari tukang periuk, tempat pelarikannya yang kasar, atau adanya noda dalam tanah liat itu sendiri. Bejana yang rusak tidak langsung dibuang, tetapi dikerjakannya kembali menjadi bejana lain. Ini berbicara tentang ketekunan, keuletan, kegigihan, kesabaran, dan kasih sang tukang periuk. Penerapan/Contoh ~ Kejahatan manusia pertama, tetapi kasih karunia-Nya meliputi Adam, Nuh, dll. Kata “menurut apa yang baik pada pemandangannya” artinya “menurut rencananya, bukan rencana pihak lain. Penilaian terbaik tentang bejana yang dibentuk ada dalam tangan sang tukang periuk

IV. Kemahakuasaan Allah
~ Ia dapat bertindak kepada umat Israel sama seperti tukang periuk bertindak membentuk tanah liat menjadi bejana yang baik menurut pemandangannya (ay. 6). Di sini, Allah tidak sedang bertindak secara otoriter/sewenang-wenang atau menyalahgunakan kekuasaan-Nya untuk melakukan hal-hal yang jahat kepada umat-Nya. Manusia rusak bukan karena Allah sembrono, tetapi karena manusia menentukan pilihan untuk berdosa.

V. Ada dua sisi dari kekuasaan Allah :
1. Kekuasaan Allah untuk menghadapi pertobatan di tengah jalan (ay. 7-8)
Allah berkuasa untuk mencabut, merobohkan, dan membinasakan, tetapi karena telah bertobat dari kejahatan, Allah menyesal dan tidak jadi melaksanakan apa yang telah direncanakan-Nya. Pendeta mentan penjahat
2. Kekuasaan Allah untuk menghukum kemurtadan (ay. 9-10)
Allah berkuasa untuk membangun dan menanam, tetapi jika berubah jahat dan tidak taat kepada-Nya, Allah menyesal telah merancangkan keberuntungan. Penjahat mantan pendeta
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...