18.2.10

MENANG DALAM PERLOMBAAN IMAN

MENANG DALAM PERLOMBAAN IMAN
Ibrani 12:1-4

Latar Belakang
Surat Ibrani berbeda dengan suat-surat lainnya, karena penulisnya tidak dicantumkan. Hal ini menimbulkan dugaan-dugaan mengenai siapa penulisnya. Pada umumnya diduga bahwa Pauluslah yang menulis surat Ibrani, kendati dugaan tersebut ditentang oleh para ahli Alkitab berdasarkan beberapa alasan. Selain tidak adanya ucapan salam pembuka yang menjadi kebiasaan Paulus, mereka merasa bahwa gaya penulisan kitab Ibrani berbeda dengan gaya penulisan Paulus di dalam surat-suratnya yang lain. Pada tahun 150 ses. Masehi, Pantaenus dari Aleksandria, seorang guru yang disegani di jamannya, menyatakan bahwa Pauluslah penulis Ibrani. Ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Pauluslah penulisnya. Ibrani 10:34 [KJV] sang penulis berkata, “Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan penghukumanku.”. Karena itu, penulis Ibrani adalah seseorang yang telah dipenjarakan. Ibrani 13:23 menyinggung tentang nama Timotius.

Kelihatannya, ada masalah serius yang sedang terjadi bagi orang-orang Yahudi yang sudah percaya kepada Kristus. Mereka yang menerima surat ini sudah merasa lelah dan ingin menyerah saja, tetapi penulis surat Ibrani mendorong mereka agar terus maju dalam kehidupan Kristen mereka, seperti seorang yang sedang melakukan perlombaan atau pertandingan. Penulis surat Ibrani memberikan dorongan semangat kepada mereka agar terus bertekun dan maju sekalipun keadaan tampaknya sukar.

Pembahasan
o Hal ini juga yang sering terjadi dalam hidup orang-orang Kristen. Dengan berjalannya waktu dan diperhadapkan dengan berbagai ujian atau proses, tantangan yang datang silih berganti, persoalan yang begitu berat dan besar, seringkali membuat kita menjadi lemah [bah. Yunani ~ Kamete – kamno ~ berkecil hati] dan putus asa [bah. Yunani ~ Ekluomenoi – ekluo ~ putus asa, kecewa, berkecil hati, menjadi sangat letih [bahkan sampai pingsan]

o Padahal firman TUHAN berkata, “Marilah kita berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita” [12:2c]. Kita harus berlomba [bah. Yunani ~ Agona – agon ~ perlombaan, pertandingan [di bidang olah raga], perjuangan] dengan tekun [[bah. Yunani ~ Hupomones – hupomone ~ ketekunan, kesabaran, ketabahan, ketekunan menantikan] dalam perlombaan yang diwajibkan[bah. Yunani ~ ton prokeimenon emin – kata prokeimenon dari akar kata “prokeimai” ~ diwajibkan atau ditentukan. [Bdk. 1 Kor. 9:24-27]. bagi kita”
1. Kita harus menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa hidup ini adalah ibarat sebuah perlombaan
2. Kerinduan kita adalah menjadi seorang yang menang. Allah juga menghendaki kita menjadi umat yang menang bahkan lebih dari pemenang.
3. Untuk menjadi seorang pemenang, hal yang tidak bisa ditawar-tawar adalah kita harus masuk dalam perlombaan. Kita tidak bisa menjadi seorang pemenang jika kita hanya sebagai penonton saja.
4. Kita harus terus bertekun di dalam perlombaan tersebut, jangan sampai kehilangan semangat atau menjadi lemah dan putus asa.

Bagaimana Supaya Kita Menang Dalam Perlombaan ?
1. “Murid-murid yang lain dapat melakukannya, kamu juga pasti dapat.”
2. “Coba pikirkan manfaat yang akan diperoleh tubuhmu.”
3. “Nah, perhatikan anak-anak lain ~ lihat bagaiaman mereka melakukannya.”






[1]. Pandanglah ke sekeliling Anda kepada para pemenang
[12:1a] : Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yg mengelilingi kita.”
o Saksi [bah. Yunani ~ Marturon – martus ~ saksi, martir. Kata “marturion” ~ bukti
o Saksi yang dimaksud di sini adalah saksi-saksi yang dperkenalkan dalam pasal 11. Mereka adalah pahlawan-pahlawan iman.
o Di sini tidak dikatakan bahwa sekarang orang-orang beriman ini sedang memandang kita dari surga, sementara kita di dunia ini sedang berlomba, seperti penonton yang duduk di sebuah stadion. Kata “saksi” di sini tidak berarti “penonton”.
o Mereka sedang memberi kesaksian kepada kita bahwa Allah dapat menolong kita agar kita sampai ke tujuan. Akhir hidup mereka menjadi kesaksian, teladan, contoh, dan bukti bagi kita, di mana mereka telah berhasil menyelesaikan perlombaan yang diwajibkan kepada mereka.
o Ada orang yang jarang membaca PL, kecuali kitab Mazmur dan Amsal. Di samping banyak keuntungan lain, kita akan kehilangan banyak sekali pertolongan rohani jika kita tidak membacanya. Roma 15:4 : “ketekunan” ~ “sabar menanggung” dan “penghiburan” ~ “memberi semangat atau dorongan” [Ams. 18:14]
o Salah satu cara yang terbaik untuk mengembangkan ketekunan dan dorongan adalah dengan berusaha mengenal orang-orang saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam PL, yakni orang-orang saleh yang ikut berlomba dan menang.
o Menghadapi masalah dengan keluarga, bacalah tentang Yusuf, pekerjaan Anda terlalu berat untuk Anda, selidikilah kehidupan Musa, tergoda untuk balas dendam, lihatlah bagaimana Daud menangani persoalannya, jika diperhadapkan dengan tantangan iman, bacalah tentang Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego, dll
o Kita memperoleh dorongan semangat dari teladan orang-orang lain. Yang sangat penting diingat : “Pastikan tidak berusaha untuk mencontoh teladan yang salah.”

[2]. Pandanglah kepada diri Anda sendiri
[12:1b] : “Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yg begitu merintangi kita.”
o Kata “menanggalkan” [bah. Yunani ~ Apothemenoi – apotithemi ~ menanggalkan, membuang, menaruh]
o Apa yang mau ditanggalkan ?
[a]. Semua beban
o Ketika latihan, para atlet biasanya memakai beban latihan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi perlombaan. Tidak ada atlet yang memakai beban latihan dalam pertandingan, karena beban latihan akan memperlambat kecepatan dan mengganggu daya tahannya.
o Apa “beban” yang harus kita tanggalkan supaya kita dapat memenangkan perlombaan? Kata “beban” [bah. Yunani ~ Ongkos ~ beban, rintangan]. Tentunya, segala sesuatu yang menghambat/ merintangi kemajuan kita.
o Beban itu bisa berupa “hal-hal yang baik” menurut pandangan orang lain. Seorang atlet yang ingin menang tidak memilih antara yang baik dan yang buruk, ia memilih antara yang lebih baik dan yang terbaik.
o Bisa juga berupa “trauma masa lalu”, akar pahit yang berkepanjangan [bdk. Ibr. 12:15], dll
o Ilustrasi : Seorang yang memikul beban yang sangat berat [Mat. 11:28]

[b].Semua dosa yang begitu merintangi kita [bah. Yunani ~ euperistaton - euperistatos ~ yang dengan mudah memikat/merintangi kita]
o Dosa tidak pernah memuluskan atau mempermudah kita untuk menang atau berhasil dalam perlombaan
o Dosa selalu menghalangi kita untuk berlomba dengan tekun dan dengan semangat
o Dosa itu sifatnya mengikat, memperbudak, menguasai, bahkan membuat kita untuk sulit bergerak dengan leluasa di dalam perlombaan iman kita.
o Karena penulis Surat Ibrani tidak menyembutkan salah satu dosa tertentu, maka yang dimaksudkannya mungkin adalah dosa ketidakpercayaan
o Ketidakpercayaanlah yang menghambat bangsa Israel sehingga tidak masuk ke tanah perjanjian, dan ketidakpercayaan itu pulalah yang menghambat kita sehingga tidak dapat memenangkan perlombaan dengan baik.
o Iman di dalam Kristuslah yang memungkinkan kita untuk bertekun dalam memenangkan perlombaan
o Contoh : Sejak kecil, Tara Holland mengimpikan menjadi Miss Amerika [Pada tahun 1994, ia mengikuti kontes Miss Florida [runner-up]. Ia mencoba mengikuti kontes yang sama di tahun berikut [tetap runner-up]. Ia tergoda untuk menjadi kecewa dan putus asa, tetapi ia tidak melakukannya. Ia memusatkan perhatian pada tujuannya. Langkah yang ia lakukan : [1]. Ia pindah ke Kansas dan tahun 1997, ia mengikuti kontes Miss Kansas dan akhirnya memenangkan mahkota dan tahun yang sama ia pergi untuk dimahkotai sebagai Miss Amerika. Tara Holland memandang impiannya diwujudkan. Dalam sebuah wawancara setelah kontes, seseorang menanyakan kepada Tara rahasia keberhasilannya. [2]. Ia mengakui bahwa setelah kalah dua kali berturut-turut di kompetisi tingkat negara bagian, ia telah tergoda untuk menyerah dan putus asa, tetapi sebaliknya ia pergi dan menyewa sangat banyak video kontes lokal, negara bagian, Miss Universe, Mis World dan menontonnya berkali-kali. Memandang dirinya sendiri sebagai seorang pemenang, adalah kunci keberhasilannya. Reporter lain bertanya, “Apakah Anda gugup berjalan sepanjang landasan di depan jutaan orang yang menonton di televisi”? Ia jawab “Tidak, saya tidak gugup sama sekali”. Karena ia telah melewati landasan itu ribuan kali.

[3]. Pandanglah kepada Yesus Kristus [2-4]
o Perlombaan dilakukan dengan “mata yang tertuju kepada Yesus.” Mata yang memandang tentang siapa Yesus dan apa yang telah dilakukan-Nya.
o Hanya dengan memandang kepada Yesus Kristuslah kita diselamatkan dan dikuatkan atau dimampukan untuk memenangkan perlombaan.
o Memandang kepada Yesus Kristus artinya “berharap dan mempercayakan diri”. Hal ini juga melukiskan “sikap iman” bukan sekadar tindakan yang dilakukan satu kali saja.
o Kenapa perlu memandang kepada Yesus ?
[a]. Yesus memberi kita kesanggupan
o Yesuslah yang memimpin [bah. Yunani ~ Arkhegon – arkhegos ~ memimpin, pemimpin, perintis] kita dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan [bah. Yunani ~ Teleioten – teleios ~ sempurna, sejati, dewasa ; ~ teleioo ~ menyempurnakan, menyelesaikan, menjadikan nyata, berhasil memenuhi]
[b]. Yesus memberikan teladan [Yesus memulai/masuk dalam perlombaan] dan Ia juga menyelesaikannya. Yesus tekun memikul salib
o Menanggung salib meliputi penghinaan, penderitaan, perlawanan dari pihak orang-orang berdosa
o Di kayu salib, Ia menanggung semua dosa dari semua orang di dunia ini. Ia tekun menanggung dan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh Bapa-Nya kepadaNya untuk dilakukan-Nya
o Walaupun para pembaca surat Ibrani sudah mengalami penganiayaan, namun mereka belum sampai mencucurkan darah [Ibr. 12:4]. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang sampai mati syahid, tetapi di dalam pergumulan Yesus melawan dosa, Ia sampai mencucurkan darah-Nya sendiri
[c]. Apa yang menyanggupkan Yesus untuk tetap tekun memikul salib ?
o Perlu kita ingat, bahwa setelah Firman menjadi Manusia, Ia sepenuhnya manusia. Iman Yesuslah yang telah menyanggupkan Dia untuk tekun menanggung semua itu. Mata iman-Nya terus tertuju kepada “sukacita yang disediakan bagi Dia.”
o Jangan fokus kepada “penderitaan/kesulitan yang sedang kita hadapi sekarang ini” tetapi fokuslah kepada perkara besar yang Allah siapkan di depan kita.”
o Ilustrasi : Seorang tukang taman, bunga mawar. [bdk. Roma 8:18]
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...